{"id":1749,"date":"2019-09-19T21:25:00","date_gmt":"2019-09-19T18:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/?page_id=1749"},"modified":"2019-09-19T21:25:00","modified_gmt":"2019-09-19T18:25:00","slug":"ain-dan-hasad","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/","title":{"rendered":"Ain dan Hasad"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>Ain dan Hasad:\n<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nHasad (dengki) dan \u2018ain (penyakit \nyang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang \ndisertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya) \nadalah penyakit rohani yang paling berbahaya. Perbedaan antara hasad dan \u2018ain, \nbahwa hasad menginginkan hilangnya nikmat, sedangkan \u2018ain mengagumi sesuatu \ntanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut (pada orang yang memilikinya). \nSetiap orang yang hasad, pasti ada ain, dan tidak semua yang (memiliki) \u2018ain, ia \nhasad. Hasad lebih berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nRasulullah SAW. bersabda, \u2018\u2019ain \n(mata jahat) dapat memasukkan seseorang ke dalam kubur. Dan dapat memasukkan \nunta ke dalam kuali\u2019\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nMaksud dari \u2018memasukkan \nseseorang ke dalam kubur adalah, membunuhnya dan menguburnya ke dalam kubur. Dan \nmaksud dari \u2018memasukkan unta ke dalam kuali\u2019 adalah, ketika orang mulia (yang \nkena ain tsb) meninggal, pemiliknya menyembelih unta dan memasasaknya dalam \nsebuah kuali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan: kami mendengar \nbahwa sebagian orang dapat terkena penyakit ain kapan saja, benarkah itu?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nYa, benar. Sebagian orang dapat \nmengeluarkan \u2018ain dan menimpa apa saja. Bahkan sebagian orang mampu menjatuhkan \nbatu yang besar di atas gunung hanya dengan pandangan matanya. Pernah suatu \nketika di sebuah restoran, ada seseorang menceritakan kepada temannya bahwa ia \nmampu mematikan seluruh penerangan restoran hanya dengan pandangan matanya. \nKemudian dia memandang ke sebuah lampu dan\u2026 seketika restoran menjadi gelap. \nSebagian mereka mampu membunuh dengan pandangan matanya. Dengan memandang korban \nbeberapa saat, kemudian korban jatuh ke lantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan : apakah seseorang \nyang merusak sesuatu dengan \u2018ainnya, ia menjamin segala kerusakannya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nOrang yang sengaja membahayakan \norang lain dengan matanya dapat diancam dengan hal tersebut.\nTidak diragukan lagi bahwa dia berdosa karenanya. Yang berwenang harus \nmenangkap pemilik \u2018ain ini dan melarangnya berinteraksi dengan khalayak, dan \nmemberinya nafkah jika ia tergolong miskin, sehingga ia bertaubat dengan \nsebenar-benarnya taubat atau (sampai) meninggal sehingga manusia tenang dari \nkejahatan dan bahayanya. (Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nOrang yang menyebarkan \u2018ain \ndengan sengaja (harus) menjamin terhadap bahaya yang ditimpakan kepada orang \nlain. Bahkan ia (boleh) dibunuh (qishos) jika ia membunuh dengan \u2018ainnya. (Ibnu \nUstumain).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan : Rasulullah SAW. \nbersabda dalam sebuah hadist shahih, \u201c\u2019Ain itu benar adanya,&nbsp; ia dihadirkan \nsyaitan dan kedengkian anak adam. Apakah setiap kedengkian menyababkan manusia \ndiikuti oleh syaithan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nTidak. \u2018Ain bisa saja terjadi \ntanpa bantuan Setan. Setan yang bersama \u2018ain ini disebut <em>harisul \u2018ain <\/em>\n(penjaga \u2018ain). Hadist di atas dilemahkan oleh syaikh Al-Albani, tetapi pada \nkenyataannya setan memang bisa masuk ke dalam tubuh orang lain karena disebabkan \nkedengkian sebagian orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nPerlu dicatat bahwa sebagian \nbesar dari Setan yang mengikuti \u2018ain dan merasuki tubuh adalah setan dari \ngolongan yang lebih tinggi. Entah itu yang paling kuat atau raja Jin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan : apakah jika \u2018ain \nkeluar Setan penjaganya juga akan keluar? Atau sebaliknya, jika Setannya keluar \n\u2018ainnya keluar juga?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDari pengalaman : kadang Setan \nkeluar bersama keluarnya \u2018ain, tapi kadang juga tidak terjadi. Oleh sebab itu \njika seseorang terkena hasad yang diikuti oleh Setan, maka si peruqyah harus \nmembaca sebagian ayat-ayat hasad, kemudian membaca sebagian \u2018ayat syaithan\u2019 atau \n\u2018pembakarnya\u2019. Kemudian mengulangi ayat hasad lagi, dan seterusnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan : bagaimana \nmengetahui seseorang telah terkena hasad ataupun tidak ?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n&nbsp;Anda dapat mengetahuinya \ndengan beberapa cara berikut;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMelalui mimpi : korban \nmelihat seseorang yang dia kenal melihat kepadanya, dan mimpi itu berulang, atau \nmelihat pandangan orang mengikutinya, atau memakai sesuatu yang ada bentuk mata, \natau melihat pestisida atau pistol .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\n&nbsp;Ada orang-orang yang \nmudah tersinggung walaupun tidak ada sebab negative, mereka yang seperti &nbsp;itu \nkebanyakan telah tertimpa \u2018ain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n<strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\n<\/strong>Dengan membaca surah \nal-Falaq dari 30-50 kali secara berturut-turut dengan suara yang dapat di \ndengar,jika ia menguap atau bersendawa, berarti ia tekena hasad, ini \ncara termudah untuk mengetahuinya. Jika ada yang mengatakan, apa bukti hal \ntersebut? Apa dalil naqlinya (dari al-Quran dan al-Hadist) atau teksnya? Kita \njawab : hal ini terbukti dari pengalaman dan tidak butuh bukti kebenarannya \ndengan dalil naqli atau teksnya. Ia tidak menyalahi teks, tidak pula syariat. \nRasulullah SAW. bersabda dalam sebuah hadist shahih, <em>\u201ctidak apa bagi si \nperuqyah selama tidak ada kesyirikan.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n<strong>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\n<\/strong>Ada beberapa gejala \numum yang serupa dengan gejala ayan (sejenis gila) dan sihir seperti : nyeri \npinggang atau lutut, sesak dada, susah fokus dan gangguan mental.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan : bagaimana cara \nmembedakan penyakit yang disebabkan \u2018ain dan hasad dengan penyakit lain yang tak \nada hubungannya dengan hasad ?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n&nbsp;Gejala-gejala \u2018ain seringkali \nseperti penyakit-penyakit organ tubuh, tetapi ia tidak dapat disembuhkan dengan \nobat dokter, seperti penyakit sendi, lesu, insomnia, bintik-bintik dan luka pada \nkulit, keengganan terhadap rumah, keluarga, masyarakat dan sekolah. Dan sebagian \npenyakit-penyakit kejiwaan; seperti pucat karena tertahannya darah, dari \npembuluh darah. Merasa sesak, mengeluh, mendesah, lupa, rasa berat di belakang \nkepala atau dan bahu,&nbsp; kesemutan pada bagian yang banyak terkena penyakit \u2018ain, \nbegitu juga kepanasan dan kedinginan pada badan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nAdapun gejala gejala hasad, \nujar Abdul Khaliq Atthar, bisa nampak pada harta, tubuh, keluarga, tergantung \nkomponen pembentuknya. Jika hasad terkena pada jiwa, maka korban akan terkena \ndengan sesuatu yang berhubungan dengan penyakit jiwa. Seperti mendapat halangan \nuntuk pergi ke kampus atau sekolah, atau pekerjaan, atau menghalangi dari \nmenuntut ilmu, mempelajarinya, menghafalnya, mengumpulkan dan menyerapnya dan \nberkurang kecerdasan dan hafalannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDan kadang terkena dengan \nsesuatu (yang membuatnya) cendrung untuk menyendiri, mengisolasikan diri, \nmenjauh dari bergaul dengan&nbsp; keluarga dalam \nkehidupanbahkan merasa tidak mempunyai cinta, tepat janji dan keikhlasan \ndari orang-orang terdekat dan orang-orang yang mencintainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Pertanyaan :&nbsp; bagaimana cara melindungi \nkepemilikan saya dari \u2018ain dan hasad, misalkan saya mempunyai rumah, mobil, emas \nbagaimana menjaganya dari terkena \u2018ain dan hasad?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nRespenden : Syaikh Abul Barra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nKhusus pertanyaanmu tentang cara menjaga kepemilikan dari ain dan hasad, \nketahuilah \u2013semoga Allah menjagamu\u2014bahwa sebab-sebabnya banyak sekali, secara \numum telah dijelaskan dalam hadist Ibnu Abbas RA (<em>hai anak laki-laki, aku \nmengajarimu tentang sebuah kalimat, \u2018jagalah Allah maka Allah akan menjagamu\u2019<\/em>). \nDan yang tidak diragukan lagi, bahwa ruqyah syar\u2019iyah dapat menjaganya dengan \nizin Allah SWT. Bagaimana tidak, ada anjuran dan panduan doa kepada Allah untuk \nkesembuhan atau menjaga hewan dan rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Sebagian orang heran dan bertanya-tanya, apakah \nmungkin mobil, rumah, hewan, peralatan rumah tangga terkena \u2018ain atau hasad?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nJawaban atas pertanyaan tersebut adalah, iya. Telah disebutkan dalam hadist yang \ndiriwiyatkan \u2018Amir bin rabi\u2019ah RA dan Sahl bin Hanif RA, <em>\u201capabila seorang \ndari kalian melihat &nbsp;pada diri, harta, atau keluarga saudaranya sesuatu yang \nmenakjubkan, hendaklah ia mendoakan keberkahan baginya, sebab \u2018ain adalah benar \nadanya\u201d<\/em> (Shahih Jami\u2019 556) jadi cobalah untuk mengambil semua cara yang \nsyar\u2019i untuk menjaga dirimu, keluargamu dari Setan baik yang berupa manusia \nmaupun jin \u2013Semoga Allah memberkatimu. Meminta kepada Allah agar memberikan kita \nhidayah, taufiq dan keberhasilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Bagaimana mengetahui bahwa anda tertimpa \u2018ain \nyang kuat?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMelalui mimpi, anda bermimpi ditusuk atau \nditembak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nPejamkan kedua mata dan bacalah surah \nal-Fatihah. &nbsp;Jika anda melihat Mata yang memandang anda di hadapan Anda \n(padadahal anda dalam keadaan berpejam) maka anda telah tertimpa ain yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMelalui do\u2019a, ketika mengucapkan atau \nmendengar <em>\u201cya Allah bakarlah segala \u2018ain yang kuat, keluarkanlah segala \u2018ain \nyang kuat\u201d<\/em> maka hal tersebut akan berpengaruh jika seseorang itu tertimpa \n\u2018ain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Apakah jika orang yang menebar \u2018ain meninggal \nmaka korban ain akan sembuh?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nTidak selalu begitu. Jika \u2018ain yang ditebar dijaga oleh Setan &nbsp;maka ia tidak \nhilang, jika tidak dijaga oleh Setan maka dia akan hilang \u2013dengan izin Allah&#8211; \n&nbsp;karena kematian si penebar ain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Bagaimana cara menyingkirkan \u2018ain?<\/strong>\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nBisa dengan mengambil bekas pakaiannya atau gelas yang dia pakai untuk minum \natau meletakkan tangannya di suatu tempat, tanpa sepengetahuannya. Atau mungkin \ndengan berwudhu kemudian air wudhu &nbsp;tersebut disiramkakn ke kepala si penebar \nain, lalu air itu diambil kembali dan disiramkan ke korban ain sendiri. Bisa \nsembuh dengan sekali lakukan, atau berulang-ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n-Mungkin juga menyingkirkannya dengan membaca \nayat-ayat \u2018ain dan hasad:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nSebaiknya mencoba dan mengetahui jenis \u2018ain, apa bila dalam mata pencaharian, \n\u2018ain tersebut dapat diselesaikan dengan ayat-ayat rejeki. Apabila pada sekolah \ndan kecerdasan dapat disembuhkan dengan ayat-ayat ilmu dan hikmah. Apabila pada \nkeindahan tubuh dapat disembuhkan dengan ayat-ayat tentang keindahan (rias). \nJika dalam sedekah dan amal kebaikan dapat disembuhkan dengan ayat-ayat sedekah \ndan ihsan.&nbsp; Kalau tentang berbakti kepada kedua orang tua dapat disembuhkan \ndengan ayat-ayat bakti begitu seterusnya. Dengan memerhatikan ruqyah \u2018ain dan \nhasad secara umum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nBegitu juga bisa dengan memerhatikan ruqyah \u2018harq\u2019 (dengan ayat-ayat pembakar),&nbsp; \nia merupakan &nbsp;cara yang sangat kuat untuk hasad. Begitu juga dengan cara bekam, \nia dapat mengeluarkan \u2018ain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDalam meruqyah anak atau orang sakit yang hilang dari keluarganya, dapat \nmembaca, <em>\u201cmaka kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya \ndan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, \ntetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.\u201d (Q.S al-Qashas : 13) <\/em>begitu \njuga dengan ayat <em>\u201cdan dia akan kembali \nkepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (Q.S al-Insyiqaq : \n9)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDapat pula terapi menggunakan minyak <em>blendok<\/em> (<em>inggris : Ferula. jawa; \nsejenis getah?<\/em>) dan habbah sauda (jintan hitam) untuk semua jenis yang \ntertimpa pada jiwa. Ia merupakan minyak yang paling kuat digunakan dalam terapi, \ndi mana kekuatannya terletak pada blendok dan habbah sauda. Dan beragam cara \nterapi diantaranya;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMenggunakan minyak (salep) pada tubuh yang \nterkena hasad, ayan dan sihir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMenggunakan minuman sirup untuk \nmenghilangkannya dalam tubuh dan mengeluarkan sihir yang melalui perantara \nmakanan dan minuman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMenggunakan obat tetes pada hidung\nuntuk sihir yang melalui perantara penciuman dan jin yang mengacaukan pikiran \ndan konsentrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nMenggunakan obat tetes telinga untuk sihir \nyang melalui perantara telepon (pendengaran).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\n&#8211; Cara mempersiapkannya adalah sebagai berikut\n<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\n(Setengah liter minyak zaitun) + ( blendok (Arab : Hiltiit. <em>bahasa jawa, \nsejenis getah?<\/em>) seukuran telur) + (satu sendok makan habbah sauda) \ndiletakkan di dalam wadah, kemudian diletakkan di atas api selama kurang lebih \nseperempat jam kemudian bacakan ayat hasad dan pembakar (dan ayat lain sesuai \nkeadaan) atau membaca surah baqarah seutuhnya, dan mengoleskannya ke tubuh dan \nmengambil darinya sesendok besar setiap pagi dan sore.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDapat juga mengobati penyakit spiritual \u2013termasuk ain dan hasad\u2014 dengan berbagai \ncara pengobatan. Dan saya menasihati korban \u2018ain dengan melakukan akupuntur pada \nmuka dan kepala mereka (kebanyakannya wanita), karena pengaruh jarum (lumayan) \ncepat, dengan cara ini dapat mengeluarkan \u2018ain dan menguatkan daya tahan korban \ndengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\">\nDan akan kita ketahui berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit spiritual pada \npembicaraan kita tentang al-mas (ayan, sejenis penyakit gila),karena ada \nprogram pengobatan intensif untuk menyembuhkannya diantaranya dengan bekam, \ndupa, minyak wangi, beberapa salep medis dan sejenisnya yang dapat juga \ndigunakan untuk penyembuhan hasad.<strong>\n<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" dir=\"ltr\"><strong>\nWallahu a\u2019lam.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ain dan Hasad: Hasad (dengki) dan \u2018ain (penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya) adalah penyakit rohani yang paling berbahaya. Perbedaan antara hasad dan \u2018ain, bahwa hasad menginginkan hilangnya nikmat, sedangkan \u2018ain mengagumi sesuatu tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut (pada orang yang memilikinya). Setiap orang yang hasad, pasti ada ain, dan tidak semua yang (memiliki) \u2018ain, ia hasad. Hasad &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/\" class=\"more-link btn btn-default\" title=\"Ain dan Hasad\" data-toggle=\"tooltip\" data-placement=\"bottom\" aria-hidden=\"true\"><span class=\"fa fa-eye\"><\/span> \u0627\u0644\u0645\u0632\u064a\u062f&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"advgb_blocks_editor_width":"","advgb_blocks_columns_visual_guide":"","_joinchat":[],"footnotes":""},"class_list":["post-1749","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"ar_AR\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ain dan Hasad: Hasad (dengki) dan \u2018ain (penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya) adalah penyakit rohani yang paling berbahaya. Perbedaan antara hasad dan \u2018ain, bahwa hasad menginginkan hilangnya nikmat, sedangkan \u2018ain mengagumi sesuatu tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut (pada orang yang memilikinya). Setiap orang yang hasad, pasti ada ain, dan tidak semua yang (memiliki) \u2018ain, ia hasad. Hasad &hellip; \u0627\u0644\u0645\u0632\u064a\u062f...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100002279483958\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@DrAlberam\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"\u0648\u0642\u062a \u0627\u0644\u0642\u0631\u0627\u0621\u0629 \u0627\u0644\u0645\u064f\u0642\u062f\u0651\u0631\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 \u062f\u0642\u0627\u0626\u0642\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/ain-dan-hasad\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/ain-dan-hasad\\\/\",\"name\":\"Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-09-19T18:25:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/ain-dan-hasad\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"ar\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/ain-dan-hasad\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/ain-dan-hasad\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ain dan Hasad\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/\",\"name\":\"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a\",\"description\":\"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a \u062f. \u0639\u0645\u0627\u062f \u0627\u0644\u0646\u0647\u0627\u0631 - \u062f\u0643\u062a\u0648\u0631 \u064a\u0648\u0633\u0641 \u0627\u0644\u0628\u062f\u0631 - \u0643\u062a\u0628 - \u062f\u0648\u0631\u0627\u062a \u0637\u0628 \u0628\u062f\u064a\u0644\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"ar\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#organization\",\"name\":\"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a INTERNATIONAL ACADEMY FOR INTEGRATIVE MEDICINE SCIENCES\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"ar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/2026.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/2026.png\",\"width\":1208,\"height\":359,\"caption\":\"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a INTERNATIONAL ACADEMY FOR INTEGRATIVE MEDICINE SCIENCES\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.amr-ia.com\\\/a\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/profile.php?id=100002279483958\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/DrAlberam\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCdr1IwHBwmP8PmBDQFJvBSQ\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/","og_locale":"ar_AR","og_type":"article","og_title":"Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a","og_description":"Ain dan Hasad: Hasad (dengki) dan \u2018ain (penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya) adalah penyakit rohani yang paling berbahaya. Perbedaan antara hasad dan \u2018ain, bahwa hasad menginginkan hilangnya nikmat, sedangkan \u2018ain mengagumi sesuatu tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut (pada orang yang memilikinya). Setiap orang yang hasad, pasti ada ain, dan tidak semua yang (memiliki) \u2018ain, ia hasad. Hasad &hellip; \u0627\u0644\u0645\u0632\u064a\u062f...","og_url":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/","og_site_name":"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100002279483958","twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@DrAlberam","twitter_misc":{"\u0648\u0642\u062a \u0627\u0644\u0642\u0631\u0627\u0621\u0629 \u0627\u0644\u0645\u064f\u0642\u062f\u0651\u0631":"9 \u062f\u0642\u0627\u0626\u0642"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/","url":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/","name":"Ain dan Hasad | \u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#website"},"datePublished":"2019-09-19T18:25:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/#breadcrumb"},"inLanguage":"ar","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/ain-dan-hasad\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ain dan Hasad"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#website","url":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/","name":"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a","description":"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a \u062f. \u0639\u0645\u0627\u062f \u0627\u0644\u0646\u0647\u0627\u0631 - \u062f\u0643\u062a\u0648\u0631 \u064a\u0648\u0633\u0641 \u0627\u0644\u0628\u062f\u0631 - \u0643\u062a\u0628 - \u062f\u0648\u0631\u0627\u062a \u0637\u0628 \u0628\u062f\u064a\u0644","publisher":{"@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"ar"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#organization","name":"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a INTERNATIONAL ACADEMY FOR INTEGRATIVE MEDICINE SCIENCES","url":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"ar","@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2026.png","contentUrl":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2026.png","width":1208,"height":359,"caption":"\u0627\u0644\u0623\u0643\u0627\u062f\u064a\u0645\u064a\u0629 \u0627\u0644\u062f\u0648\u0644\u064a\u0629 \u0644\u0639\u0644\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0628 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u0645\u0644\u064a INTERNATIONAL ACADEMY FOR INTEGRATIVE MEDICINE SCIENCES"},"image":{"@id":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100002279483958","https:\/\/x.com\/DrAlberam","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCdr1IwHBwmP8PmBDQFJvBSQ"]}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"free-template-featured-image":false,"free-template-thumbnail-avatar":false,"woocommerce_thumbnail":false,"woocommerce_single":false,"woocommerce_gallery_thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"\u0627\u0644\u0631\u0626\u064a\u0633: \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0625\u0644\u0647 \u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062e\u064a\u0631","author_link":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/author\/a-aboalkhair\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Ain dan Hasad: Hasad (dengki) dan \u2018ain (penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya) adalah penyakit rohani yang paling berbahaya. Perbedaan antara hasad dan \u2018ain, bahwa hasad menginginkan hilangnya nikmat, sedangkan \u2018ain mengagumi sesuatu tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut&hellip;","coauthors":[],"author_meta":{"author_link":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/author\/a-aboalkhair\/","display_name":"\u0627\u0644\u0631\u0626\u064a\u0633: \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0625\u0644\u0647 \u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062e\u064a\u0631"},"relative_dates":{"created":"Posted 7 \u0633\u0646\u0648\u0627\u062a ago","modified":"Updated 7 \u0633\u0646\u0648\u0627\u062a ago"},"absolute_dates":{"created":"Posted on 19 \u0633\u0628\u062a\u0645\u0628\u0631\u060c 2019","modified":"Updated on 19 \u0633\u0628\u062a\u0645\u0628\u0631\u060c 2019"},"absolute_dates_time":{"created":"Posted on 19 \u0633\u0628\u062a\u0645\u0628\u0631\u060c 2019 9:25 \u0645","modified":"Updated on 19 \u0633\u0628\u062a\u0645\u0628\u0631\u060c 2019 9:25 \u0645"},"featured_img_caption":"","featured_img":false,"series_order":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1749"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1750,"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1749\/revisions\/1750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.amr-ia.com\/a\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}